Rabu, 21 Desember 2022

"JALAN MENUJU CERITA "


Bagian 1

Nikmat Sehat

Sore ini hujan deras membuat David harus menghentikan laju motornya sebentar. Air yang membasahi sebagian tubuhnya membuatnya merasa kedinginan. Sesekali kilat terlihat di langit abu-abu itu. David duduk di kursi panjang sambil melihat lalu lalang ramainya jalan raya. Dalam hatinya menggema rintihan tentang mengapa aku begini? Hujan yang selalu mengingatkannya pada kenangan masa lalu. Sambil menadahkan tangan kanannya mengambil air hujan, dia bersyukur masih diberikan nikmat sehat sampai hari ini. Setelah hujan reda, David melanjutkan perjalanan pulang.

Sesampainya di rumah dia disambut teriakan hangat nan kencang. Suara mungil dari adiknya membuat rasa letihnya hilang. Anak berumur 5 tahun itu menghampirinya.

 

Amora :’’Kakak… sudah pulang” (sambil berlari dengan wajah imutnya)

 

David bergegas menyambutnya dengan pelukan hangat juga. Kemudian mereka berjalan menuju ruang keluarga bersama. Tiba –tiba Ibunya datang lalu menyapa.

 

Ibu : “ Vid, lupa lagi ya tidak  bawa mantelnya.”

David : “ Iya, Bu. Tadi berangkatnya terburu-buru.” ( sambil melepaskan jaket dan menemani adiknya duduk)

Ibu :” Sekarang musim penghujan, Vid. Sebelum sakit lebih baik mencegahnya. Sehat itu nikmat yang sering manusia lupakan,Vid. Jadi, Ibu harap kamu bisa menyadari hal itu agar kamu tetap sehat dan terjaga. Segera bersih-bersih dan makanlah.”

David : “ Baik, Bu”. (berdiri meninggalkan ruangan)

 

Kekhawatiran Ibu Mirna bukan tanpa alasan. David adalah anak laki-laki satu-satunya yang mampu menjaganya dan Amora. Luka masa lalu, Sang Ayah telah meninggalkan keluarga kecil itu membuat Ibu Mirna harus menjaga anak-anaknya lebih hati-hati. Menjadi tulang punggung keluarga tentu bukanlah hal yang mudah dilalui oleh David. Kejadian mengenaskan itu masih selalu terbayang dalam kehidupan David. Meskipun David tidak pernah bercerita atau mengeluh sedikitpun. Tetap saja seorang Ibu selalu memiliki rasa yang kuat terhadap anak-anaknya. Malam itu hujan, David dan ayahnya sedang berjalan dari surau dekat rumahnya. Namun, terjadilah kecelakaan hebat yang menimpa mereka. Ayahnya berusaha meneyelamatkan David saat berusia 7 tahun yang sedang bermain air ditengah jalan. Sang ayah bergegas berlari karena David hampir tertabrak oleh mobil sedan putih itu. David selamat dan Sang Ayah harus dibawa kerumah sakit kemudian meninggal. Kepergian ayahnya membuat terluka. Dia selalu menyalahkan atas segala hal yang terjadi karena dirinya. Sopir mobil itupun setelah diselidiki oleh polisi sedang dalam pengaruh alkohol yang tinggi. David menangis melihat tubuh ayahnya terbujur kaku. Dia berlari memeluk Ibunya. Saat itu, Amora belum hadir dalam kehidupannya.

 

Bersambung…

Lanjut part 2 :)


 

 

 

Label:

1 Komentar:

Pada 27 Juni 2023 pukul 18.14 , Blogger fitrifatma mengatakan...

Cerita lengkapnya klik link berikut https://bit.ly/PaoMa

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda