"JALAN MENUJU CERITA "
Bagian 1
Nikmat Sehat
Sore ini hujan deras membuat David harus menghentikan laju motornya
sebentar. Air yang membasahi sebagian tubuhnya membuatnya merasa kedinginan.
Sesekali kilat terlihat di langit abu-abu itu. David duduk di kursi panjang
sambil melihat lalu lalang ramainya jalan raya. Dalam hatinya menggema rintihan
tentang mengapa aku begini? Hujan yang selalu mengingatkannya pada kenangan
masa lalu. Sambil menadahkan tangan kanannya mengambil air hujan, dia bersyukur
masih diberikan nikmat sehat sampai hari ini. Setelah hujan reda, David
melanjutkan perjalanan pulang.
Sesampainya di rumah dia disambut teriakan hangat nan kencang. Suara
mungil dari adiknya membuat rasa letihnya hilang. Anak berumur 5 tahun itu menghampirinya.
Amora
:’’Kakak… sudah pulang” (sambil berlari dengan wajah imutnya)
David
bergegas menyambutnya dengan pelukan hangat juga. Kemudian mereka berjalan
menuju ruang keluarga bersama. Tiba –tiba Ibunya datang lalu menyapa.
Ibu
: “ Vid, lupa lagi ya tidak bawa mantelnya.”
David
: “ Iya, Bu. Tadi berangkatnya terburu-buru.” ( sambil melepaskan jaket dan
menemani adiknya duduk)
Ibu
:” Sekarang musim penghujan, Vid. Sebelum sakit lebih baik mencegahnya. Sehat itu
nikmat yang sering manusia lupakan,Vid. Jadi, Ibu harap kamu bisa menyadari hal
itu agar kamu tetap sehat dan terjaga. Segera bersih-bersih dan makanlah.”
David
: “ Baik, Bu”. (berdiri meninggalkan ruangan)
Kekhawatiran Ibu Mirna bukan tanpa alasan. David adalah anak
laki-laki satu-satunya yang mampu menjaganya dan Amora. Luka masa lalu, Sang
Ayah telah meninggalkan keluarga kecil itu membuat Ibu Mirna harus menjaga
anak-anaknya lebih hati-hati. Menjadi tulang punggung keluarga tentu bukanlah
hal yang mudah dilalui oleh David. Kejadian mengenaskan itu masih selalu
terbayang dalam kehidupan David. Meskipun David tidak pernah bercerita atau
mengeluh sedikitpun. Tetap saja seorang Ibu selalu memiliki rasa yang kuat
terhadap anak-anaknya. Malam itu hujan, David dan ayahnya sedang berjalan dari surau
dekat rumahnya. Namun, terjadilah kecelakaan hebat yang menimpa mereka. Ayahnya
berusaha meneyelamatkan David saat berusia 7 tahun yang sedang bermain air
ditengah jalan. Sang ayah bergegas berlari karena David hampir tertabrak oleh
mobil sedan putih itu. David selamat dan Sang Ayah harus dibawa kerumah sakit
kemudian meninggal. Kepergian ayahnya membuat terluka. Dia selalu menyalahkan
atas segala hal yang terjadi karena dirinya. Sopir mobil itupun setelah
diselidiki oleh polisi sedang dalam pengaruh alkohol yang tinggi. David menangis
melihat tubuh ayahnya terbujur kaku. Dia berlari memeluk Ibunya. Saat itu,
Amora belum hadir dalam kehidupannya.
Bersambung…
Lanjut part 2 :)
Label: Cerpen



1 Komentar:
Cerita lengkapnya klik link berikut https://bit.ly/PaoMa
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda