Senin, 17 April 2023

CELOTEH

Bukan tentang orang lain. Tapi, memang kenyataannya yang bermasalah adalah dirimu sendiri. Keegoisan yang tubuh menjalar bahkan menyombongkan atas dasar kemanusiaan. Bohong. Kamu bahkan gagal mengendalikan sifat serakah yang perlahan menggerogotimu. Apa kamu tahu bahwa kamu telah mencapai usia yang tak muda lagi? Mau sampai kapan kamu terus bermain api dengan dirimu sendiri. Bukankah ini  saatnya kamu berdamai dengan segala takdir yang Tuhan kasih? Stop, menyalahkan segalanya karena dirimu atau bahkan menghukum dirimu sendiri. Saatnya jalan perlahan menuju pintu kebaikan bersama dengan keteguhan hati. Andai semua tidak kamu lakukan. Mungkin kamu masih punya waktu untuk merenung sambil mengenali sekitarmu. Sekarang apalah daya. Kemauanmu yang begitu keras pupus diterjang oleh kerakusanmu. Katanya mau berubah. Tapi, apa cukup dengan kamu sibuk akan membuatmu merasa lebih baik? Ruangan kecil itu akan terus mengurungmu jika kamu masih berpikir bahwa keluar tak begitu mengenakkan hati.Sekadar mengingatkan bahwa perjalananmu masih lurus, berbelok-belok bahkan berlubang yang akan kamu tempuh. Meskipun kamu rapuh dalam perjalanan tetap ingat prinsip dalam hidupmu. Ingatlah tujuanmu awal memulai semua ini. Setiap awal akan ada akhir cerita entah sad atau happy ending. Biarkan itu menjadi rahasia Tuhan Yang Maha Indah.


Label: ,

Sabtu, 08 April 2023

CELOTEH

 

Setelah aku tenang lalu berpikir, melihat indahnya jalan yang ku lalui setiap harinya hatiku menyatakan bahwa mungkin berhenti akan lebih baik untuk menikmatinya sejenak. Menghela napas, riuhnya jalanan membuatku meneteskan air mata. Dinginnya jalan tak menghentikan laju yang harus ditempuh setiap waktu. Rumah bukan lagi tempat pulang yang nyaman bagi diri yang selalu merasa kesepian. Bukan perihal aku  tak bersyukur hanya saja merasa linglung kepada siapa aku bisa bercerita tentang hari ini tanpa harus dihakimi. Saat membuka media sosial banyak kata-kata motivasi yang sliweran bahwa” hadiah terbaik adalah apa yang kamu miliki, sedangkan takdir yang terbaik adalah apa yang sedang kamu jalani saat ini”.  Langit tak selamanya biru agar kamu mengerti bahwa mendung juga Takdir dari Tuhan. Hujan adalah rahmat Tuhan yang tak perlu kau hindari. Basahi tubuhmu dengan rahmat-Nya meski hanya sekali saja dalam hidupmu. Apa kamu pernah melihat anak-anak bermain air hujan ? jangan dimarahi biarkan mereka menikmatinya.

Label:

Selasa, 14 Februari 2023

 

Part 2

Penantian-Ku

                Apakah mungkin kita akan ditakdirkan bertemu kembali? Kembali menata kisah menjadi kasih antara aku dan kamu. Senjata terbaik yang bisa aku lakukan sekarang adalah mendoakanmu. Maaf terdalam kutitipkan pada angin untuk Ibumu. Wanita yang datang menemuiku dan mengatakan bahwa kamu ingin mengenalku. Malam berlalu, tetapi aku masih tetap pada anganku jika waktu bisa kuputar kembali. Tetap berdiri terbayang- bayang akan sebuah kesalahan di masa lalu memang sangat menyakitkan. Kenangan masa lalu selalu muncul ketika aku mulai melangkahkan kaki ini menuju hiruk pikuk dunia. Aku menatap setiap pohon, penanda jalan yang mengingatkanku pada sebuah kisah yang telah kita lewati bersama.

                Kamu menyapaku di balik jendela sekolah. Putih abu-abu memang sangat mengesankan.  Kamu dengan gaya polosmu meminta nomor Whattsapku. Aku terkejut. Kupegang HP-mu dan kuketikkan angka-angka cantik. Lalu aku klik tombol simpan. Sejak itulah aku merasa bahwa ada apa denganku hari itu. Kamu mulai bertingkah aneh dibalik jendela itu. Menatapku dengan tatapan penuh makna. Tetapi aku takut, jika rasa ini berlebihan akan ada satu dari kita yang  tersakiti. Akhirnya itu semua terjadi. Kamu bertanya akan suatu hal tentang perasaan. Lewat pesan singkat yang kamu kirim. Aku tahu bahwa kamu butuh kepastian. Hatiku bergetar, tangan ini tiba-tiba kaku tak mampu untuk membalas. Aku hanya belum siap jika kita bersama saat itu. Ketika aku juga sedang memperjuangkan seseorang yang telah kukenal sebelum kamu hadir.  Akan ada masanya kita merasakan apa yang dirasakan orang lain. Roda kehidupan akan terus berputar. Kalau pun berhenti, kamu sedang diuji.

                Benar, ucapan adalah doa untuk kita. Tak sengaja aku melihat status akun medsosmu yang selalu kuikuti setelah lama kita tak saling berkabar.Ternyata kamu sedang bersedih. Apakah kamu ingat pesanku saat terakhir sebelum kita saling menjauh? Iya, aku bilang kepadamu jagalah wanita itu sepertimu kamu menjaga ibumu. Jangan bermain-main hanya sekedar untuk ajang pamer ke teman-temanmu. Satu lagi, jika sedang rapuh dan membutuhkan seseorang atau sekedar teman berbagi cerita aku selalu hadir untuk kamu panggil. Aku akan meresponmu. Meskipun kadang rasa minder itu muncul. Aku mencoba melawan agar tak membebanimu. Kamu adalah sosok yang tulus. Tak pantas jika ada wanita yang berusaha menggoreskan luka di hatimu.

Aku percaya bahwa takdir Tuhan tidak akan melewatkanku. Bersatu dalam sebuah ikatan suci bukanlah perkara mudah. Teruslah perbaiki diri hingga diri ini menemukan sosok yang tepat menurut-Nya. Masih tentang perjalananku mencari sebuah nama yang akan terpatri dalam hatiku untuk selamanya. Angin malam ini kencang sekali. Seperti membawa pesan-pesan rindu yang ingin tersampaikan. Kepada daku yang tak pernah bertemu untuk saling berkata aku merindukanmu. Kini semuanya menjadi candu tanpa adanya ragu. Melalang buana bagaikan angkasa yang tak pernah sepi dan berdiam diri. Menganggap semua ini hanya mimpi yang sedang terlewati. Kamu datang tiba-tiba dengan mengetuk pintu hatiku.

Label:

Sabtu, 21 Januari 2023

 

Part 1

Penantian-Ku

Ketika aku memutuskan untuk tidak bersamamu lagi. Aku memilih jalan untuk pulang, iya pulang ke pelukan Tuhan. Apa yang telah kulakukan bersamamu ? Melewati angin badai berdua ternyata tak cukup bagi kita untuk menyakinkan orang tuaku. Sejak itulah aku memutuskan untuk menyendiri. Bersahabat dengan sepi. Merenung, sebenarnya apa yang kucari di dunia ini? Cinta? Kedamaian? atau tentang sebuah ketulusan seseorang yang mau menerimaku. Dengan segala keanehanku. Mungkin semua itu akan datang di waktu yang tepat. Entah kapanpun kuharap aku telah mempersiapkan diri menjadi lebih baik lagi dari hari ini. Sesuatu yang hilang  pasti bisa kembali dalam bentuk wujud lain. Siapakah itu aku pun tak tahu. Aku yakin suatu hari  nanti akan ada seseorang yang datang menemuiku. Tetapi apakah orang itu kamu? Kamu yang dulu pernah kukagumi dan kamu mengagumi yang lain. Kamu yang selalu datang di saat aku membutuhkan sebuah tempat di mana aku merasa lebih tenang. Atau kamu yang dulu datang dengan sekejap mata tapi aku malu untuk menyapamu.

Bercerita tentang kamu membuatku bertanya-tanya. Apakah kamu sedang memikirkanku juga. Apakah kamu juga menanti kehadiranku. Sebuah hadir antara kita yang menjadikan pertemuan awal. Kita berkenalan dan saling menyapa satu sama lain. Ternyata pikiranku sudah jauh di angan-angan. Senja tiba dan suara azan telah menyadarkanku dari lamunan ini. Lamunan yang berbahaya jika tidak dihentikan karena pikiranku selalu berputa-putar untuk mencarimu. Mencari sebuah nama indah yang akan tertulis di lembaran unik yang tertera namaku dan namamu. Arghh. Sudahlah aku mau masuk,  bercengkrama dengan Sang pemilih hati. Ya Muqollibal qulub, Tsabbit Qolbi, Alaa Diniik.“ Wahai dzat yang Maha membolak-balikkan hati, tetapkan aku pada agamamu.”

Aku besimpuh di atas sajadah panjang. Apa kamu masih ingat tentang tasbih yang selalu kupakai ini. Iya, ini tasbih dari kamu. Kamu yang terlalu sempurna untukku hingga aku memilih mundur. Berusaha berlalu dari kenangan saat aku mulai mengagumimu. Padahal aku hanya bercanda tapi tiba-tiba kau datang dan memberiku tasbih yang akan selalu kujaga.  Meski kita tak saling bertemu kembali  aku akan selalu menyapamu melalui doa.  Aku akan selalu berdoa semoga kamu mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik daripada aku. Begitupun aku sekarang, yang akan lebih menghargai diri sendiri. Mulai mengatur pola makan dengan benar. Bangun pagi. Belajar memasak. Asyik bukan. Dasar aku ini memang penghalu. Berharap suatu saat nanti jika aku menemukan kamu yang baru aku sudah siap untuk menjadi sosok yang kamu idamkan. Wanita idaman yang selama ini kamu cari. Semoga saja itu aku.

Sore ini hujan. Sama seperti hujan yang selalu membawa ketenangan di setiap gemerciknya. Kamu adalah air meskipun terlihat sepele tapi sangat berarti untukku. Meskipun bukan emas yang berkilau, kamu tetap bersinar kala pagi menyingsing. Kamu menyambutku dengan senyuman. Senyuman manja tapi bermakna untukku. Yang mengartikan bahwa kamu memang akan menjadi milikku. Aduhh. Ternyata aku sedang menabrak sebuah batu karena aku terlalu mengada-ada. Batunya keras. Seperti hatimu yang tak pernah luluh dengan sikapku. Kurang apa aku ini.  Kamu itu lembut tapi tegas. Perhatian tapi galak. Marah tapi sayang.

Bagaimana kabarmu? Apakah kamu baik-baik saja? Kamu yang misterius. Membuat malamku selalu terbayang akan kejadian di mana kita pernah saling menyapa tapi hanya untuk sementara.  Kamu datang membawa senyuman tapi aku menyambutmu dengan sebuah penolakan. Maaf. Aku terlalu naif untuk mengakui bahwa aku juga sedang merindukanmu.  Sayangnya,  namamu saja aku tak tahu apalagi tentang kamu.  Aku yakin setiap pertemuan akan ada hikmah dibaliknya. Begitupun kita yang mungkin suatu saat akan bertemu kembali di waktu yang tepat.  Aku hanya ingin minta maaf atas sikap yang pernah kulakukan kepada kamu. Sikap dinginku yang membuat kamu terluka. Mungkin itu adalah sikapku ketika aku dicari seseorang yang tak kukenal sebelumnya. Jarang sekali itu terjadi karena aku memilih untuk mencintai daripada dicintai. Aku hanya takut kalau kamu mencintaiku dan aku tidak bagaimana?  Aku takut kalau kamu akan terluka. Itulah alasanku mengapa lebih baik aku menjauh darimu. Bahkan aku ini bukan apa-apa di matamu. Aku hanyalah seorang buruh. Sedangkan kamu adalah seorang bos. Kamu berlalu di antara lalu lalang orang berjalan. Kamu menjauh tanpa menengokku sekalipun. Kamu pasti marah. Maafkan aku. Aku hanya ingin kita bertemu saat kita mampu menahan ego masing-masing untuk saling memiliki. Kamu harus kuat. Kita berjuang sama-sama. Jangan lupa sebut namaku dalam doamu. Begitupun aku juga tak pernah berhenti memohon semoga rasa bersalahku ini tersampaikan kepadamu.

Sekian dan terima kasih telah membaca karya senandika ini semoga bisa menjadi hiburan buat para sobat mince. Lanjut part 2 yaa gais…

Label:

Rabu, 21 Desember 2022

 

Wanita kuat bergelar “Ibu”

Kasih Ibu sepanjang masa bukanlah sekedar kata-kata tapi fakta yang telah dibuktikan dalam kehidupan seorang gadis yang terlahir bukan dari rahim sang Ibunya. Gadis bernama Lucia sedang termenung di bilik kamarnya setelah berbagai problem yang menimpanya. Lucia memutuskan keluar dari kampusnya karena ada masalah yang mengganggu pikirannya. Keputusan tersebut mengancam jiwanya selama berbulan-bulan. Hati Ibu mana yang tak menangis melihat anak gadisnya terpuruk tak ada semangat untuk bangkit. Pelukan hangat sang Ibu telah mengubah pelik yang ada menjadi tangis haru menetes dipundak sang Ibu. Lucia tak mampu menahan tangisnya.

Siang berganti malam. Lucia meminta maaf atas segala yang telah dia putuskan benar-benar memukul hati Ibunya. Perasaan gundah gulana membayangi sampai setahun lebih. Meskipun darah Ibu angkatnya tak mengalir dalam aliran nadi bukan berarti wanita tersebut meninggalkan atau mencaci maki. Tetapi karena kelembutan dan kasih sayangnya, Lucia mampu kembali menemukan jati dirinya dan bergaul dengan temannya seperti semula. Semua memang tidak bisa dimulai dari nol tapi Lucia telah memulainya sekarang. Wanita layaknya malaikat tak bersayap telah membantunya tanpa syarat apapun. Ketulusannya membuat Lucia sadar untuk selalu bersyukur dalam keadaan apapun. Kini Lucia kembali melanjutkan perjalanannya dan bertekad untuk terus membuat Ibunya tersenyum.

 

 

“ Paling gengsi bilang sayang sama Ibu sendiri, padahal dalam hati sayang banget. Pengin peluk.”

Ada yang sama nggak? Hemm…

 

Label:

"JALAN MENUJU CERITA "


Bagian 1

Nikmat Sehat

Sore ini hujan deras membuat David harus menghentikan laju motornya sebentar. Air yang membasahi sebagian tubuhnya membuatnya merasa kedinginan. Sesekali kilat terlihat di langit abu-abu itu. David duduk di kursi panjang sambil melihat lalu lalang ramainya jalan raya. Dalam hatinya menggema rintihan tentang mengapa aku begini? Hujan yang selalu mengingatkannya pada kenangan masa lalu. Sambil menadahkan tangan kanannya mengambil air hujan, dia bersyukur masih diberikan nikmat sehat sampai hari ini. Setelah hujan reda, David melanjutkan perjalanan pulang.

Sesampainya di rumah dia disambut teriakan hangat nan kencang. Suara mungil dari adiknya membuat rasa letihnya hilang. Anak berumur 5 tahun itu menghampirinya.

 

Amora :’’Kakak… sudah pulang” (sambil berlari dengan wajah imutnya)

 

David bergegas menyambutnya dengan pelukan hangat juga. Kemudian mereka berjalan menuju ruang keluarga bersama. Tiba –tiba Ibunya datang lalu menyapa.

 

Ibu : “ Vid, lupa lagi ya tidak  bawa mantelnya.”

David : “ Iya, Bu. Tadi berangkatnya terburu-buru.” ( sambil melepaskan jaket dan menemani adiknya duduk)

Ibu :” Sekarang musim penghujan, Vid. Sebelum sakit lebih baik mencegahnya. Sehat itu nikmat yang sering manusia lupakan,Vid. Jadi, Ibu harap kamu bisa menyadari hal itu agar kamu tetap sehat dan terjaga. Segera bersih-bersih dan makanlah.”

David : “ Baik, Bu”. (berdiri meninggalkan ruangan)

 

Kekhawatiran Ibu Mirna bukan tanpa alasan. David adalah anak laki-laki satu-satunya yang mampu menjaganya dan Amora. Luka masa lalu, Sang Ayah telah meninggalkan keluarga kecil itu membuat Ibu Mirna harus menjaga anak-anaknya lebih hati-hati. Menjadi tulang punggung keluarga tentu bukanlah hal yang mudah dilalui oleh David. Kejadian mengenaskan itu masih selalu terbayang dalam kehidupan David. Meskipun David tidak pernah bercerita atau mengeluh sedikitpun. Tetap saja seorang Ibu selalu memiliki rasa yang kuat terhadap anak-anaknya. Malam itu hujan, David dan ayahnya sedang berjalan dari surau dekat rumahnya. Namun, terjadilah kecelakaan hebat yang menimpa mereka. Ayahnya berusaha meneyelamatkan David saat berusia 7 tahun yang sedang bermain air ditengah jalan. Sang ayah bergegas berlari karena David hampir tertabrak oleh mobil sedan putih itu. David selamat dan Sang Ayah harus dibawa kerumah sakit kemudian meninggal. Kepergian ayahnya membuat terluka. Dia selalu menyalahkan atas segala hal yang terjadi karena dirinya. Sopir mobil itupun setelah diselidiki oleh polisi sedang dalam pengaruh alkohol yang tinggi. David menangis melihat tubuh ayahnya terbujur kaku. Dia berlari memeluk Ibunya. Saat itu, Amora belum hadir dalam kehidupannya.

 

Bersambung…

Lanjut part 2 :)


 

 

 

Label:

Minggu, 06 November 2022

 Panggilan Telepon

Suara berdering kring-kring

Tertulis namamu diHandphone-ku

Tombol hijau adalah sebuah tanda

Aku sedang mendengarmu

Ocehan yang tak mau berhenti

Bilik kamar ini semakin mencekam

Kala kau mengucap sebuah kalimat

“Tunggu aku kembali”

Kau yang menggenggam

Dan kau juga yang melepaskan.

Kau yang berjanji

Dan kau yang mengingkari

Kau yang memulai

Dan kau yang mengakhiri

Kau yang memberi

Dan kau yang memintaku pergi

Madiun, 2020.

Label: